RUANG LINGKUP SENI RUPA

A. JENIS SENI RUPA
Kata seni yang bersumber dari bahasa asing itu menekankan arti pada hasil aktivitas seniman. Lingkup seni sebagai hasil aktivitas artistik yang meliputi seni suara, seni gerak dan seni rupa sesuai dengan media aktivitasnya. Media dalam hal ini mempunyai arti sarana yang menentukan batasan-batasan dari lingkup seni tersebut.
Media sebagai sarana aktivitas seni dapat menghasilkan karya seni setelah melalui proses penciptaan seniman berdasarkan pertimbangan artistik (nilai artistik). Jadi karya seni sesuai dengan media yang dipakai meliputi jenisnya; antaranya seni rupa (visual art).
Jenis seni rupa dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok:
1. Melihat ukurannya

  • Karya seni rupa minor, karya seni kerajinan dan industri
  • Karya seni rupa monumental, karya seni lukisan patung
2. Melihat dimensinya
  • Karya seni rupa dwi matra; Bersifat statis, seperti lukisan, gambar dan seni grafis; Bersifat dinamis seperti gambar hidup
  • Karya seni rupa tri matra; Bersifat statis seperti patung dan boneka; Bersifat dinamis seperti ukuran kinetik
  • Karya seni rupa berwawasan lingkungan, seperti: arsitektur, taman dan bangunan.

B. KARAKTERISTIK BERBAGAI JENIS SENI RUPA
1. Menggambar / Melukis
Menggambar merupakan kegiatan awal dari anak dalam berkarya seni rupa, sehingga kegiatan ini perlu diberikan kepada anak. Kegiatan menggambar / melukis di SD dapat diterapkan dalam berbagai cara dari mulai pembuatan shet, pengembangan sket menjadikan karya lukis / gambar, menggambar dengan skema, memindahkan gambar dengan bantuan kisi-kisi dan menggambar ekspresi dengan cara memberikan gambar kepada siswa bagaimana seorang maestro (seniman) menggarapkannya mereka dari awal hingga akhir.
2. Membentuk
Membentuk termasuk karya seni rupa trimatra, kegiatan membentuk bias dijadikan sarana permainan anak-anak yaitu belajar sambil bermain. Kegiatan ini juga bisa digunakan untuk menyalurkan ekspresi pribadi anak-anak, serta untuk membina perkembangan kreativitas anak-anak. Produk yang diperoleh antara lain adalah patung, maket, lampion, guci dan lain-lain.
3. Mencetak
Mencetak adalah proses memperbanyak (reproduksi) suatu gambar atau naskah dengan teknik tertentu. Selain kegiatan mencetak bersifat ekspresif dapat pula bercorak dekoratif, seperti desain kertas bungkus kado atau desain corak pakaian.
4. Menggunting, melipat, menempel (3M)
Karya seni rupa 3M ini merupakan proses memanipulasi lembaran kertas menjadi suatu bentuk dua atau tiga dimensi. Di Jepang teknik ini disebut origami.
5. Dekorasi
Kegiatan dekorasi biasanya ditujukan untuk membuat hiasan. Secara garis besar dibagi dalam dua kegiatan dekorasi yaitu dekorasi benda dua dimensi dan untuk benda tiga dimensi. Untuk dekorasi benda dua dimensi biasa disebut ornamen.
6. Membangun
Kegiatan membuat bangunan dan penataan juga sangat menyenangkan anak-anak jika guru bisa menyajikan secara menarik kegiatan ini juga bermanfaat untuk melatih kecermatan, ketelitian, kedisiplinan dan kreativitas. Dalam mengajarkan kegiatan bangunan penataan ini akan lebih menarik jika digunakan metode kelompok kerja, contoh dalam kegiatan pembelajatannya yaitu mengambil tema kegiatan membuat rumah-rumahan dari bahan kertas.
7. Membagan papan
Untuk melatih keterampilan kita di dalam mewujudkan gambar di papan tulis perlu adanya latihan membagan papan, ada dua jenis fungsi yaitu biasa dilakukan dalam membagan papan. Pertama membagan papan untuk memperjelas hubungan-hubungan unsur-unsur atau suatu peristiwa. Kedua membagan papan untuk memperjelas atau menguraikan bagian-bagian dari suatu benda alam. Jenis bagan papan pertama cenderung mewujudkan gambar yang bersifat global, sedangkan jenis bagan papan kedua cenderung mewujudkan gambar yang bersifat detail.

C. MEDIA DAN TEKNIK
1. Membentuk
Teknik membentuk sangat beragam, diantaranya :
a. Membutsir
Yaitu membuat hanya tiga dimensi dari bahan yang lunak dengan cara diremas-remas dengan tangan pada saat tanah masih dalam keadaan lembek.
b. Memahat
Yaitu membentuk dengan jalan membuang bahan yang tidak dipergunakan.
c. Cor (menuang)
Proses menuang menggunakan bahan cair yang dituangkan pada alat acuan yang berbentuk cetakan, setelah menjadi keras dikeluarkan dari acuan/cetakan. Jika acuan/ cetakan tidak rusak maka dapat dipakai berulang-ulang yang menghasilkan barang cetakan yang sama.
d. Merakit
Yaitu dengan jalan membuat karya menyambung-nyambung beberapa bagian / beberapa potong bahan dan hasi;lnya disebut rakitan. Potongan bahan disambung dengan cara dilas, dipatri, disekrup, dan dengan cara lain.
2. Menggambar / Melukis
Menggambar merupakan kegiatan awal dari anak dalam berkarya seni rupa, sehingga kegiatan ini perlu diberikan kepada anak. Ditinjau dari segi media yang digunakan dalam kegiatan menggambar cukup banyak macamnya. Dari satu jenis media saja dapat digunakan untuk menciptakan pengalaman kegiatan yang bervariasi dan bisa dijadikan sebagai unit kegiatan eksplorasi dan atau eksperimentasi, media crayon misalnya bisa dilakukan dengan teknik pulasan, teknik kerik, teknik duser dan sebagainya.
3. Mencetak
Teknik mencetak ada bermacam-macam antara lain :
a. Cetak timbul
b. Cetak cekung
c. Cetak tembus
d. Cetak datar
4. Menggunting, melipat, menempel
Medianya dapat berupa kertas dan lembaran plastic. Teknik yang digunakan yaitu melipat atau origami.
5. Dekorasi
Ragam atau motif hiasan banyak macamnya, seperti motif tumbuh-tumbuhan, hewan, manusia, benda, simbol-simbol, huruf, angka, bentuk-bentuk abstrak dan sebagainya. Disamping itu ada yang disebut dengan ragam hias tradisional, misalnya ragam hias pada batik, ukir, anyam, tenun dan sebagainya.
Di dalam membuat dekorasi atau dinamen dapat dilakukan dengan dua cara yaitu menstilir dan menyederhanakan. Menstilir adalah memodifikasi atau merubah bentuk tertentu dengan tidak menghilangkan cirri aslinya sedangkan menyederhanakan adalah menghilangkan bagian-bagian yang tidak perlu.
6. Membangun
Prosedur membangun bisa dilakukan dengan cara melipat, memotong, dan mengelem. Pada bagian tertentu bisa diberi pewarna atau garis-garis.
7. Membagan papan
Tahap-tahap membagan papan dapat dilakukan sebagai berikut:
a. Untuk mempermudah membagan papan, calon guru bisa berlatih cara menggunakan atau memegang kapur tulis.
b. Memperhitungkan ukuran perbandingan gambar yang akan dituangkan di papan tulis, agar mudah dan jelas dilihat oleh anak.
c. Jika belum terlatih bisa dimulai dengan membuat garis dasar bentuk secara tipis, supaya mudah dihapus atau diperbaiki.
d. Menjelaskan garis yang sudah pasti.
e. Memberi kesan gelap terang jika diperlukan.

D. BAHAN DAN ALAT
1. Menggambar
Bahan untuk menggambar dapat dibeli di took, seperti kertas gambar, karton manila, kertas plikator, kertas merang, karton dan sebagainya. Selain itu bisa digunakan bahan yang sudah tak terpakai seperti kertas Koran, kertas bungkus dan lain-lain. Untuk bahan pewarna dapat digunakan cat air, cat minyak, cat poster, sumbo kue atau kalau tidak ada bisa menggunakan tumbuh-tumbuhan seperti kunyit, buah tinta, daun jati dan sebagainya.
Alat yang dapat digunakan untuk menggambar tidak hanya terbatas pada pensil, pensil warna, crayon, pastel, spidol, atau alat lain yang dapat dibeli di took, melainkan anak SD dapat dikembangkan kreatibvitasnya melalui penemuan atau pemanfaatan dari bahan-bahan alam atau bahan bekas seperti arang, kunyit, arang baterai, kapur, bata merah da sebagainya. Alat kuas dapat digunakan untuk menggambar dengan bahan pewarna cat air. Jika di sekeliling sekolah banyak ditemukan sabut kelapa, bamboo apus, pelepah pohon yang tebal, maka bahan-bahan ini dapat digunakan untuk mengganti kuas.
2. Membentuk
Bahan yang digunakan dalam membentuk ada dua jenis yaitu bahan alam seperti tanah liat, kaolin dan bahan buatan seperti lilin mainan, malam, bubur kertas, sabun dan sebagainya.
3. Mencetak
Bahan untuk mencetak dapat menggunakan bahan-bahan pewarna yang mudak didapat, seperti cat air, sumbo kue, tinta bak serta lainya. Secara ideal bahan yang baik digunakan adalah tinta cetak. Bahan ini terutama digunakan untuk anak SD di kelas tinggi. Bahan acuan cetakan dapat menggunakan berbagai bahan seperti kentang, wortel, ketela rambat, bengkoang, karet bekas sandal, karton tebal, triplek dan sebagainya.
Untuk membantu dalam proses mencetak diperlukan alat rol yang terbuat dari karet. Penggunaan rol ini terutama untuk bidang cetakan yang lebar. Sedangkan untuk bahan kentang, wortel dan sejenisnya dapat langsung dicetak. Jika menggunakan tinta cetak diperlukan kaca untuk mengaduk cat.
4. Menggunting, melipat, menempel (3M)
Bahan yang digunakan dapat berupa kertas, kertas lipat, lembaran plastik. Alat yang digunakan yaitu gunting dan lem atau perekat.
5. Dekorasi
Bahan untuk dekorasi dapat menggunakan bahan-bahan seperti biji-bijian, bunga, batang tumbuh-tumbuhan, bauh-buahan, kertas berwarna, plastik sedotan, pita plastik, karet balon dan benda-benda lain yang bisa digunakan untuk hiasan. Sedangkan untuk gambar dekorasi bisa menggunakan bahan-bahan seperti halnya dalam kegiatan menggambar.
Alat-alat yang digunakan untuk dekorasi disesuaikan dengan jenis kegiatan dan jenis bahan yang dipakai. Untuk jenis dekorasi bahan kertas bisa menggunakan alat-alat seperti gunting, cutter, lem dan sebagainya. Untuk dekorasi jenis biji-bijian, bunga, buah-buahan bisa menggunakan alat seperti pisau, cutter, gunting, jarum, benang, paku, palu, lem dan sebagainya.
6. Membangun
Bahan yang digunakan seperti kertas tebal/karton, lem, pensil berwarna / cat air. Alat-alat yang bisa digunakan antara lain gunting, penggaris, cutter, kuas.
7. Membagan papan
Bahan yang digunakan seperti papan tulis. Alat yang digunakan antara lain kapur tulis.

0 comments: